Senin, 05 September 2016

7 Virtual Reality Yang Akan Mengubaj Dunia

Pernahkah kalian membayangkan akan adanya alat yang bisa membawa kita ke dunia lain? Kita akan melihat pemandangan yang beda sama sekali meskipun kita berada di rumah kita. Kita bisa menjelajahnya dengan bebas. Mungkin kalian yang pernah menonton anime "Sword Art Online" akan mengerti maksud dari pemandangan tersebut. Ini merupakan salah satu teknologi impian. Apalagi bagi para gamers dan penjelajah yang merindukan suasana fantasi. Teknologi ini biasa sisebut dengan Virtual Reality. Teknologi ini pertama kali viral ke publik melalui demo dari Oculus Rift di kickstarter pada tahun 2012. Dan hingga saat ini sudah banyak yang menciptakan alat Virtual Reality setelah Ocukus Rift. Apa saja alat itu?


1. Oculust Rift



Alat yang satu ini meeuoakan cikal bakal VR atau Virtual Reality yang pertama kai dibuat. Oculus Rift ini merupaka. Alat temuan dari Palmer Luckey berkolaborasi dengan Jhon Carmack yang berhasil menauai kesuksesan besar melalui kampanye di kickstarter. Dari situs crowdfunding tersebut Oculus Rift berhasil menuai kesuksesan dengan mendapatkan US$2,5 Juta untuk proses pengembangan. Protorype terbaru dari Oculus Rift adalah DK 2. Ocukus Rift ini menyajikan fitur baik gaming maupun non gaming. Fitur non gaming tersebut adalah meliputi Oculis cinema, Oculus media social, promosi dan visualisasi di dunia industri.


2. Samsung Gear VR



Gadget buatan Samsung ini sebenarnya sudah rilis protorypenta sebanyak 2 kali. Prototypenya bernama inovator 1 dan 2. VR satu ini adalah hasil kerjasama Samsung dengan Oculus. Ada yang unik dari VR yang satu ini, yaitu gadget ini baru bisa berfungsi ketika digabung dengan smartphone Samsung. Untuk inovatir edisi 2 tabg dirilis 2015 hanya bisa digunakan dengan samsung S6 dan S6 edge.


3. Google Cardboard


Inilah VR yang paling murah diantara pesaingnya. VR yang satu ini sangat unik. Google Cardboard ini terbuat dari kardus. Iya kalian gak salah baca, beneran dari jardus. Bentuk alat ini hanya berbentuk kardus dan nantinya akan digabungkan dengan smartphone kita. Disini mereka hanya mengembangkan aplikasi yang menunjang alat ini. Alat ini dibuat oleh peneliti Google bernama Davod Coz dan Damien Henry. Inilah alat yang bisa kita dapatkan secara gratis, tinggal download templatenya dan kita bisa membuatnta sendiri.


4. Microsoft Hololens



Microsoft Hololens merupakan bagian dari Windows Holographoc. Microsoft Hololens merupakan kacamata super keren yang dilengkapi dengan headset tanpa kabel, dan berisi komputer dengan Windows 10. Design dari alat ini sungguh elegan. Alat ini berisi sensor canggih, menggunakan high definition stereoscopic 3D optical head mounted display, dan spatial sound yang membuatnya bisa menampung reality aplications dengan natural user interface yang dapat berinteraksi melalui gerakan mata, suara, dan gestur tangan. Hololens ini sidah lama dikembangkan ternyata, hanya pada awalnya cukup dirahasiakan yaitu pada tahun 2007 dengan codename "Peoject Baraboo." Dengan semua fitur kerennya alat ini diperkirakan akan memiliki harga jauh lebih mahal dari video game console.


5. FOVE Eye Tracking VR




Alat ini memiliki design yang sangat keren. Kelebihan dari alat ini berada pada headset dan eye trackingnya. Fitur eye tracking ini membuat kita bisa mengarahkan atau mengincar suatu benda yang ada dalam dunia virtual hanya dengan lirikan mata kalian. VR yang satu ini didesain dengan material yang dapat menyesuaikan bentuk kepala yang berbeda-beda sehingga akan lebih nyaman. FOVE telah mulai melakukan kampanyenya di kickstarter pada tahun 2015 dan telah mendapatkan 1.480, backers dengan total dana US$480.650.


6. Magic Leap

Bentuk dari alat yang satu ini masih menjadi misteri. Magic Leap berhasil ditemukan oleh Rony Abovitz pada tahun 2010. Perusahaan ini bekerja dengan diam-diam sampai pada tahun 2014 lalu. Setelah mereka mengemukakan sedang melakukan proyek mengenai augmented reakity dan computer vision, banyak perusahaan top seperti Google, Qualcomm, Andreessen Horowitz dan Kleiner Perkins memberikan dana kepada proyek ini hingga terkumpul US$ 540 juta untuk pengembangan alat ini. Dengan dana yang sebesar itu kita sudah tidak sabar menunggu rilisnya alat ini. Alat ini dilengkapi dengan 3D komputer yang dapat memancarkan light field ke mata penggunanya sehingga gambar 3D yang ditampilkan akan terasa sangat nyata. Untuk menghasilkan light field tersebut digunakan chip khusus yang bernama silicon photonics


7. Sony Project Morpheus





Bagi kalian para games pasti sudah tidak sabar menunggu yang satu ini. Morpheus ini adalah codenama untuk realisasi Playstation VR. VR ini akan dapat dioperasikan dengan PS4 dan PS Vita. Alat ini dilengkapi dengan fitur-fitur display dan sound yang sangat luar biasa. Pada prototype alat ini memiliki spesifikasi layar OLED dengan resolusi 1920x1080 demham RGB subpixel matrix, dan akan dapat menampilkan konten dengan kecepatan 120 fps. Alat ini juga akan dilengkapi dengan high FOV, 6DOF head-tracking, stereoscopic 3D dan dapat menampilkan tampilan ke TV untuk mengetahuiapa yang dilihat oleh pengguna atau untuk berkompetisi dengan penguna PS4 controller biasa. Dengan kualitas produk Sony kita akan bisa berharap banyak melalui alat ini.

Senin, 15 Agustus 2016

Abdullah bin Rawahah

Saat itu, Rasulullah sedang suduk di suatu datatan tinggi di kota Mekah, menyambut para utusan yang datang dari Yastrib (Madinah) dengan sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui kaum Quraisy. Mereka yang datang ini tersiri dari 12 orang utusan suku atau kelompok yang kemudian dikenal dengan sebutan kaum Anshar (penolong Rasul)

Mereka akan berbaiat kepada Rasulullah, yang kelak disebut dengan Bai'at Aqabah Ula (pertama). Merekalah pembawa dan penyiar Islam pertama ke Yatsrib. Dan bai'at merekalah yang membuka jalan bagi hijrahnya Nabi beserta pengikut beliau, yang pada gilirannya membawa kemajuan bagi Islam. Salah seorang dari utusan yang dibai'at itu adalah Abdullah bin Rawahah.

Ibnu Rawahah adalah seorang penulis dan penyair ulung. Untaian syair-syairnya begitu kuat dan indah didengar. Sejak memeluk Islam, ia membangkitkan kemampuan bersyairnya untuk mengabdi bagi kejayaan Islam. Rasulullah sangat menyukai dan menikmati syair-syairnya, serta  sering menganjurkan kepadanya untuk lebih tekun lagi membuat syair.

Pada suatu hari, Rasulullah sedang duduk bersama para sahabat, tiba-tiba datanglah Abdullah bin Rawahah. Lalu Nabi bertanya kepadanya "Apa yang kau lakukan jika hendak mengucapkan syair?"

Abdullah menjawab, "Kurenungkan dulu, kemudian baru kuucapkan."

Ia kemudian mengucapkan syair tanpa pikir panjang. "Wahai putra Hasyim, sungguh Allah telah melebihkanmu keutamaan, di mana orang lain takkan iri. Dan sungguh aku menaruh firasat baik yang kuyakini pada dirimu. Suatu firasat yang berbeda dengan pandangan hidup mereka. Seandainya engkau bertanya dan memimta pertolongan kepada mereka untuk memecahkan persoalan, tiadalah mereka hendak menjawab atau membela. Karena itu Allah mengukuhkan kebaikan dan ajaran yang engkau bawa. Sebagaimana ia telah mengukuhkan dan memveri pertolongan kepada Musa."

Mendengar itu, Rasulullah gembira dan ridha kepadanya. Beliau bersabda, "Dan kamu pun akan diteguhkan Allah."

Ketika Rasulullah sedang thawaf di Baitullah pada Umrah Qadha, Ibnu Rawahah berada di depan beliau sambil berdyair, "Oh Tuhan, kalaulah tidak kepada Engkau, niscaya kami tidaklah akan mendapat petunjuk, tidak akan bersedekah dan shalat. Maka mohon turunkan sakinah atas kamu dan teguhkan pendirian kami jika musuh datang menghadang. Sesungguhnya orang-orang yang telah aniaya terhadap kami, bila mereka membuat fitnah, akan kamu tolak dan kami tentang."

Suatu ketika Abdullah bin Rawahah sangat berduka dengan turunnya ayat "Dan para penyair, banyak pengikut mereka orang-orang sesat." (QS Asy-Syu'ara: 224).

Namun kedukaanbya terhibur dengan turunnya ayat lain, "Kecuali orang-orang (penyair) yang beriman, beramal saleh, banyak ingat kepada Allah, dan menuntut bela sesudah mereka dianiaya." (QS Asy-Syu'ara: 227)

Ketika kaum Muslimin terjun ke medan perang demi membela kalimat Allah, Abdullah bin Rawahah turut tampil membawa pedangnya ke medan tempur Badar, Uhud, Khandaq, Hudaibiyah dan Khaibar. Ia menjadikan kalimat syairnya sebagai slogan perjuangan. "Wahai diri! Seandainya kamu tidak tewas terbunuh dalam perang, maka kamu akan mati juga!"

Pada waktu perang Mu'tab, balatentara Romawi sedemikian besarnya, hampir 200.000 orang. Sementara barisan kaum Muslimin sangat sedikit. Ketika melihat besarnya pasukan musuh, salah seorang beekata, "Sebaiknya kita kirim utusan kepada Rasulullah, memberitakan jumlah musuh yang besar. Mungkin kita akan dapat bantuan tambahan pasukan, atau jika diperhatikan tetap maju maka kita patuhi."

Namun Abdullah bin Rawahah berdiri di depan barisan pasukan Muslim. "Kawan-kawan sekalian," teriaknya, "Demi Allah, sesungguhnya kita berperang melawan musuh-musuh kita bukan berdasarkan bilangan, kekuatan atau jumlah pasukan kita. Tapi kita memerangi mereka demi mempertahankan agama kita ini, yang dengan memeluknya, kita dimuliakan Allah. Ayo, maju! Salah satu dari dua kebaikan pasri kita raih. Kemenangan atau syahid di jalan Allah."

Dengan bersorak-sorai, kaum Muslimin yang berjumlah sedikit namun besar imannya itu menyatakan setuju. Mereka berteriak, "Sungguh, demi Allah, benar apa yang dikatakan Ibnu Rawahah."

Perang pun berkecamuk. Pemimpin pasukan pertama, Zaid bin Haritsah gugur sebagai syahid. Demikian pula dengan pemimpin kedua, Ja'far bin Abi Thalib. Abdullah bin Rawahah kemudian meraih janji perang dari tangan Ja'far dan terus memimpin pasukan. Ia pun terus menerjang barisan tentara musuh yang menyerbu bak air bah. Abdullah bin Rawahah pun gugur sebagai syahid, menyusul sua sahabatnya, Zais san Ja'far.

Pada saat pertempuran berlecamuk dengan sengit si Balqa, bumi Syam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tengah berkumpul dengan para sahabat dalam suatu majelis. Tiba-tiba beliau terdiam, dan air mata menetes di pipinya. Rasulullah memandang para sahabatnya lalu berkata, "Panji perang dipegang oleh Zaid bib Haritsah, ia bertempur bersamanya hingga gugur sebagai syahid. Kemudian diambil alih oleh Ha'far, ia bertempur dan syahid juga. Kemudian panji itu dipegang oleh Abdullah bin Rawahah dan ia bertempur, lalu gugur sebagai syahid."

Rasulullah kemudian terdiam sebentar, sementara nata beliau masih berkaca-kaca, menyiaratkan kebahagiaan, ketentraman dan kerinduan. Kemudian beliau bersabda, "Mereka bertiga diangkatkan ke tempatku si surga."

Senin, 01 Agustus 2016

Kaum Miskin Urban, Anak Muda Kere Yang Penting Eksis

Pernah dengar yang namanya kaum miskin urban? Pernah membaca tulisan Gayatri Jayaraman, kontributor BuzzFeed di India. Kalau kamu pernah baca, mungkin bisa memahami istilah itu. Kaum miskin urban kerap ditunjukan kepada mereka para generasi muda yang rela menahan lapar dan menghabiskan seluruh pendapatannya demi sebuah eksistensi belaka dengan nongkrong di tempat-tempat ngehits dan bisa diposting di Instagram.

Gayatri menulis cerita kaum miskin urban berdasarkan observasinya di India, tapi jangan salah. Fenomena anak-anak muda kere yang penting eksis itu faktanya ada di berbagai kota besar di Indonesia. Kamu tentu akan biasa melihat segerombolan anak-anak lulusan sarjana atau masih sekolah dan kuliah yang nongkrong di cafe-cafe mahal. Disebut mahal karena untuk sekali makan dan minum disana bisa habis hingga ratusan ribu rupiah.

Ya, itulah mereka generasi milenial yang ingin dianggap kekinian. Gadget yang mahal seperti iPhone, MacBook, GoPro atau kamera Mirrorless keluaran terbaru adalah hal wajib bagi mereka. Namun kaum miskin urban ini punya beragam hal yang bisa bikin kamu miris melihatnya. Miris, tapi itulah yang terjadi saat ini. Tak cuna Gayatri, Mardiyah Chamim, seorang jurnalis Tempo juga punya cerita soal kaum urban miskin yang penting eksis ini.

Berbarang Mewah Meski Kredit

Siapa sih yang tidak mau memiliki mobil? Mobil adalah amunisi utama anak-anak muda kekinian. Beruntung kalau orangtuamu serba kecukupan dan menghadiahimu mobil. Namun bagi mereka yang baru lulus sarjana dan bekerja di perusahaan, mobil adalah hal wajib yang juga simbol kesuksesan. Yang jadi persoalan, kaum urban ini terkadang tak sadar jika gaji mereka yang di atas lima juta rupiah itu tersedot hampir seluruhnya untuk membayar barang kredit. Memang sih senang bisa punya mobil, sepeda motor sport dan gadget mahal, tapi apakah kamu bisa tenang setiap gajian tiba, uangmu meluncur ke berbagai rekening membayar hutang kreditan?

Nongkrong di Tempat Hits

Starbucks, Potato Head, restoran Paul di Pacific Place atau Deli Union di Grand Indonesia adalah perwakilan beberapa tempat nongkrong dengan harga mentereng di Jakarta. Namun bagi kaum urban ini, sekedar sarapan di sana atau menjamu klien di tempat mahal adalah kewajiban. Untuk apa? Lagi-lagi demi eksis. Siapa sih yang tidak akan bangga bisa check in Path atau memposting foto di Instagram saat berada di sana? Tidak masalah jika uang jatah makan seminggu habis karena cuma sekali nongkrong di tempat hits. Hasilnya anak-anak muda ini kerap harus menahan lapar dan cuma makan mie instan atau diam-diam beli makanan di warteg murah dekat kantor. Alasan klise yang kerap mereka gunakan saat diajak makan di tanggal 20-an dan gaji sekarat adalah "Makasih, aku udah kenyang" atau "Lagi banyak kerjaan" bahkan hingga "Diet nih bro".

Gaji Besar = Pengeluaran Semakin Besar

Kamu yang masih kuliah, pelajaran moral terbesar adalah jangan sampai terjerat arus gaya hidup. Karena sebesar-besarnya gaji yang kamu dapat, tidak akan cukup untuk menutupi gaya hidup. Nah, bagi kaum urban eksis ini, mereka akan memilih bekerja di sektor perbankan, investasi, konsultan hingga perminyakan demi mendapat gaji besar. Mereka akan bisa dengan bangga potong rambut di salon desainer papan atas di mall mewah, atau berlibur ke Raja Ampat hingga Santorini. Inilah yang membuat gaji terkuras mudah. Mengikuti gaya hidup sebuah komunitas agar disangka eksis, tanpa bisa sempat menabung sedikitpun. Sejatinya, hidupmu tidak berakhir di usia 30 tahun karena hidupmu masih akan berlangsung sampai 50 atau 60 tahun dan untuk menuju ke sana kamu butuh uang yang didapat dari upaya menabung saat masih muda.

Berteman Dengan Anak Orang Kaya

Satu fenomena lain yang didapatkan Mardiyah adalah rupanya kaum urban masa kini memandang penting silsilah pertemanan. Jika kamu bisa berteman dengan kalangan sosialita atau keturunan pengusaha-pengusaha tajir negeri ini, status sosialmu akan naik. Yang jadi masalah, untuk bisa bergabung dalam kehidupan mewah mereka, kamu harus kerap nongkrong di tempat orang-orang kaya itu ada. Dan untuk bisa nongkrong di sana, gaya hidupmu harus berubah. Saat gajimu masih dua juta mungkin kamu akan pakai sepeda motor, kemeja flanel dan jeans. Lalu saat gajimu di atas tujuh juta, kamu akan memakai jam tangan belasan juta dan sedikitnya punya busana hasil desain Biyan. Segitu pentingkah berteman dengan eksekutif muda yang sudah kaya dari lahir itu? Penting bagi kaum muda eksis. Karena bisa saja mereka diajak mengerjakan proyek bareng karena sering dugem bareng di Bali atau luar negeri.

Sosok Panutan Yang Keliru

Melihat betapa gemerlapnya hidup keluarga Kardashian mungkin membuat banyak anak muda cemburu. Kylie dan Kendall Jennee seolah bergemilang harta dan itulah yang membuat kaum urban ini meniru meskipun uang pas-pasan. Gayatri menulis bahwa kaum urban sok eksis ini terlalu bermimpi ingin jadi Mukesh Ambani, salah satu orang terkaya India yang diwarisi perusahaan bedar sehingga punya istana megah. Mereka juga sering melihat kehidupan selebritis yang menghabiskan ratusan juta rupiah demi perawatan rambut. Tanpa sadar, gaya hidup ini yang mendorong mereka salah jalan. Seandainya mereka meniru kisah Dhirubhai pebisnis sukses India yang jadi salah satu terkaya di Asia, gaya hidup dalam keluarga miskin, rumah senpit dan mampu membangun perusahaan raksasa. Atau dari Indonesia, coba tengok kisah Chairul Tanjung yang rela berjualan buku hingga baju saat kuliah yang kini sukses dengan berbagai gurita bisnisnya. Kembali lagi, memang tidak ada yang keliru dengan impian jadi kaya dan hidup serba kecukupan. Namun Gayatri berpendapat bahwa tak ada yang mengajarkan bagaimana mendapat uang besar dan karir cemerlang dengan cara cepat. Butuh perjuangan panjang dan pengorbanan. Tinggal kamu wahai anak muda memilih, mau tampak mewah demi eksistensi atau meredam semuanya demi kehidupan lebih tenang hingga ujung waktu nanti